Selasa, 22 Januari 2008

Menerima Rapor

Hari Sabtu tanggal 19 Januari 2008 yang lalu adalah hari yang cukup istimewa buatku. Walaupun baru hampir dua bulan sekolah di KIDS, pagi hari itu saya menerima rapor. Hihi, deg-degan juga, cemas Bunda sama Pua kecewa dengan kegiatanku di sekolah.


Ini raporku (foto oleh Pua')

Jam sembilan lewat saya ke sekolah. Aku diantar sama Pua soalnya Bunda lagi pergi kerja. Kami jalan kaki saja, sekolahku kan mungkin cuma dua ratus meter dari rumah. Aku pakai celana pink dan bajuku warna putih. Wah, senang berjalan sama Pua, hati berbunga menunggu berita sekolah. Pua megang tanganku, aku pun berjalan sambil menyanyi-menyanyi….

Disekolah, Bu Guru menerima kami di ruang depan. Aku dan Pua dipersilahkan duduk. Wah, Pua tidak muat di kursi kelas kami, kursinya kekecilan hihihi.

Bu Guru menjelaskan, aku katanya baik. Aku dinilai sabar, penurut, tidak suka mengganggi teman, kalau teman mengganggu aku mengalah, dan lain-lain. Aku dengar Pua bilang, “loh, di rumah Jilwah bersikap sebaliknya loh Bu Guru.” Aku lihat Bu Guru tertawa. Kata Pua, aku mengalami split personality. Ah, Pua ada-ada saja. Tapi kata Bu Guru, ada beberapa hal yang belum aku bisa. Katanya aku masih pendiam, tidak mau ngomong, tidak bisa melompat, dan lain-lain. Bahasa kerennya, moral dan emosiku bagus; berbahasa masih rata-rata; kognitif dan motorikku juga katanya masih standar; demikian juga seni dan megabrain masih cukuplah, belum baik. Dari delapan kecerdasan majemuk, menurut penilaian Bu Guru aku dapat poin di interpersonal dan intrapersonal, lainnya masih kurang. Simpulan untuk kecenderungan cara belajar, kecenderungan tipe adalah visual. Hihi, aku memang paling senang dibacakan buku, soalnya aku kan belum bisa membaca. Aku juga senang lihat gambar. Eh, aku sudah punya beberapa buku ensiklopedia loh, dibelikan Pua kalau pergi ke luar kota.

Udah dulu ah. Sekian Jilwah melaporkan. Hihi…. Kayak TV aja…

Eh lupa, di raporku ada juga loh laporan pekerjaanku. Ternyata Bu Guru juga menyerahkan ke Pua hasil coret-coretan mewarnaiku. Pua’ bilang, “Kakak Jilwah pintar ya…” Ah tahu, Pua’ pasti hanya menyenangkan aku saja. Tapi, aku memang senang hihi…

(Ini hasil kerjaku. Foto oleh Pua')